MENGENAL BLUE EKONOMI

Potensi perikanan dan kelautan bangsa Indonesia diharapkan menjadi primadona baru pembangunan di masa datang. Potensi tersebut bila dikembangkan dengan baik, akan menghasilkan pendapatan negara yang luar biasa. Kesadaran untuk mengembangkan potensi tersebut juga harus dibarengi dengan kesadaran menjaga lingkungan agar dapat terus memberi manfaat untuk generasi mendatang. Hal inilah yang kemudian dikembangkan dalam konsep Blue Economy untuk melengkapi konsep Green Economy yang telah dipopulerkan sebelumnya.

Terminologi “blue economy” merupakan dinamika pemikiran konsep pembangunan terbaru yang kini sedang berkembang dengan mengandalkan sumber daya laut atau perairan yang berlandaskan pada tiga pilar terintegrasi yaitu ekosistem, ekonomi dan sosial (forum.detik.com)

Istilah blue economy tersebut telah diangkat dalam berbagai kerjasama internasional, seperti pada pertemuan tingkat Senior Officials Meeting (SOM) for the Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Konsep tersebut adalah konsep pengembangan yang membidik tiga kepentingan, yakni Pertumbuhan, Kesejahteraan masyarakat dan Penyehatan lingkungan. Ekonomi biru dapat dilihat sebagai tindakan yang bertumpu pada pengembangan ekonomi rakyat secara komprehensif guna mencapai pembangunan secara keseluruhan, sumberdaya laut yang diolah akan dimanfaatkan secara optimal sebagai mainstream pembangunan ekonomi nasional.

Terdapat beberapa sektor ekonomi kelautan yang dapat dikembangkan guna memajukan dan memakmurkan bangsa Indonesia, yaitu kekayaan sumberdaya hayati yang dapat diperbaharui (hasil-hasil perikanan), nonhayati (mineral, minyak bumi dan gas), energi kelautan (energi pasang surut, gelombang, ocean thermal energy conversion (OTEC)) serta jasa-jasa kelautan lainya. Konsep ini cocok untuk dikembangkan oleh Indonesia mengingat kondisi geografi Indonesia yang memiliki lautan lebih luas dibandingkan dengan daratan dengan segenap potensinya yang berlimpah. Ada lima prinsip pembangunan kelautan dan perikanan dengan konsep Blue Economy yaitu terintegrasi, berbasis kawasan, investigasi kreatif dan inovatif, sistem produksi bersih dan berkelanjutan.

Sehingga dapat diartikan Blue economy adalah :

  • Suatu proses dimana semaua bahan baku berikut proses produksi berasal dari alam semesta dan mengikuti cara alam bekerja.
  • Model Ekonomi kedepan akan memperhitungkan keuntungan dan srategi inovasi dengan mengikuti kondisi alam.
  • Ekonomi Biru merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang telah kurang baik dan menciptakan lebih banyak kegiatan dalam bentuk model yang Sustainable.
  • Memberikan solusi terbaik dengan cara mentransfer ekonmi dan mengahaslkan komunitas untuk masa yang akan datang sehingga akan lebih baik.

Menurut saya blue economy ini adalah kebijakan yang bagus dan telah sesuai dengan kultur negara kita, karena mengingat dua pertiga wilayah Indonesia adalah wilayah laut yang memiliki potensi kelautan yang sangat besar dan beragam.  Sehingga konsep blue economy ini memang seharusnya diterapkan. Untuk menerapkan blue economy tersebut, perlu adanya sinergi dari berbagai pihak yaitu dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta dan masyarakat. Sinergi ini perlu diterapkan dalam kebijakan-kebijakan yang berkaitan dalam pengembangan kawasan industrialisasi kelautan dan perikanan sehingga mengarah pada pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Kebijakan blue economy di indonesia bertujuan:

  1. Meningkatkan efisiensi SDA dan nilai ekonomi tanpa limbah untuk kesejahteraan masyarakat.
  2. Meningkatkan keragaman aktivitas ekonomi yang bernilai tambah dan yang berdaya saing dengan konsep pembangunan berkelanjutan.
  3. Meningkatkan aksesibilitas masyarakat lokal terhadap sumber daya ekonomi.
  4. Mendorong berkembangnya investasi inovatif dan kreatif untuk peningkatan efisiensi dan nilai tambah sumber daya alam.
  5. Mengembangkan sistem pengelolaan sumber daya alam secara seimbang antara pemanfaatan dan pelestarian lingkungan.

 

 

Tujuan blue economy adalah bagaimana pemakaian sumber daya alam secara efisien, tidak ada lagi limbah, memberikan pendapatan bagi masyarkat dan menjaga ekosistem kelautan. Oleh karena itu, perlu gagasan dan wawasan mengenai pengembangan ekonomi kelautan yang handal, berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membangun sistem hukum laut yang jelas maupun penegakan kedaulatan secara nyata.

Tuntutan pembangunan berbasis sumberdaya kelautan dan perikanan agar dijadikan sebagai motor penggerak dalam pembangunan perekonomian nasional. Pembangunan kelautan ke depan harus diarahkan pada pengelolaan berbasis ekosistem.

Pembangunan juga ditujukan untuk peningkatan dan penguatan peranan sumberdaya manusia di bidang kelautan dan perikanan serta membangkitkan wawasan bahari dan kekuatan pertahanan kedaulatan sebagaimana sejarah membuktikannya bahwa penguasaan laut sangat menentukan kekuatan dan keamanan suatu negara. Upaya revitalisasi ekonomi kelautan perlu difokuskan pada pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi, penganggaran, peningkatan patroli keamanan untuk menghindari pencurian ikan atau illegal fishing.

Namun bagi saya pribadi saya belum banyak mengetahui bagaimana aplikasi nyata dari konsep blue economy ini, bagaimana cara untuk tetap memanfaatkan penggunaan sumber daya alam dan tetap menjaga ekosistem kelautan dengan tidak ada limbah. Apabila kebijakan ini tanpa pembenahan dan peningkatan teknologi pengelolaan, pola pemanfaatan yang baik serta wawasan dan kebijakan pemimpin, semua itu tidak akan membuat banyak arti bagi kemakmuran rakyat. Namun, apabila pemerintah mampu mendayagunakan segenap potensi ekonomi kelautan, maka sektor ini tidak hanya mampu mengeluarkan bangsa dari persoalan utang luar negeri, kemiskinan dan pengangguran, juga dapat menghantarkan Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, makmur dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *